Berita

Nature Learning Expedition MAN 1 Medan: Menghadirkan Pembelajaran Bermakna melalui Eksplorasi Alam

Medan, Jurnalistik Syams – MAN 1 Medan telah menyelenggarakan Nature Learning Expedition, kegiatan pembelajaran berbasis alam yang menggabungkan pengetahuan, kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta didik menerapkan materi pembelajaran melalui pengamatan dan praktik langsung di alam.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat sesi di dua lokasi, yaitu Bumi Perkemahan Sibolangit dan Hutan Batu Katak, Kabupaten Langkat. Peserta didik didampingi oleh wali kelas masing-masing serta dibimbing oleh Tim MGMP Penjas MAN 1 Medan dan anggota ekstrakurikuler Sispala.

Sesi pertama dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit dan diikuti oleh peserta didik kelas XI Sains A dan Sains B. Sesi kedua berlangsung pada 29 Agustus 2026 di lokasi yang sama dan diikuti oleh peserta didik kelas XI Sains B, SOSHUM, dan IIK (Agama). Pada kedua sesi tersebut, pembelajaran mengintegrasikan mata pelajaran PJOK, Matematika, dan Fikih.

Sementara itu, sesi ketiga dilaksanakan pada 5 September 2026 di Hutan Batu Katak, Kabupaten Langkat, dan diikuti oleh peserta didik kelas X-1 hingga X-10. Sesi keempat berlangsung pada 12 September 2026 dan diikuti oleh peserta didik kelas X-11 hingga X-18. Pembelajaran kelas X mengintegrasikan mata pelajaran PJOK, Al-Qur’an Hadis, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn).

Peserta didik kelas XI mengikuti pembelajaran melalui tiga mata pelajaran. Dalam PJOK, peserta didik melatih kebugaran jasmani sekaligus membangun kerja sama melalui berbagai tantangan di alam. Kegiatan ini menumbuhkan kekompakan, semangat, dan sikap saling mendukung.

Pada mata pelajaran Matematika, peserta didik mempraktikkan pengukuran tinggi pohon dengan menerapkan konsep pengukuran dan perhitungan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa matematika dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Mengukur tinggi pohon menggunakan klinometer

Sementara itu, dalam pembelajaran Fikih, peserta didik mempraktikkan cara menentukan arah kiblat di lingkungan hutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ilmu agama tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai situasi.

Peserta didik kelas X memanfaatkan lingkungan Hutan Batu Katak sebagai sumber belajar. Dalam pembelajaran PJOK, mereka melatih kebugaran jasmani dan kerja sama melalui berbagai tantangan kelompok.

Pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, peserta didik diajak mengamati keindahan alam sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa syukur, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga ciptaan Allah.

Eksplorasi salah satu gua di kawasan Hutan Batu Katak

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik mengamati objek alam, seperti pepohonan, bebatuan, aliran sungai, dan lingkungan sekitar. Hasil pengamatan digunakan untuk melatih kemampuan mencatat fakta, membedakan fakta dan opini, serta menyusun teks laporan hasil observasi (LHO) secara objektif dan sistematis.

Sementara itu, pembelajaran PKn mengajarkan penerapan nilai-nilai Pancasila melalui gotong royong, saling membantu, menghargai sesama, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi juga diterapkan melalui tindakan nyata.

Melalui Nature Learning Expedition, MAN 1 Medan berharap peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya MAN 1 Medan dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan. Alam tidak hanya menjadi tempat untuk bereksplorasi, tetapi juga ruang belajar yang membantu membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.