Berita

Dua Pelajar MAN 1 Medan Wakili Madrasah di Loka Karya Penulisan Cerpen Festival Ngobrol Buku 2026

Medan, Jurnalistik Syams – Prestasi membanggakan di bidang literasi kembali diukir oleh siswa MAN 1 Medan. Nafisha Ashila (kelas XI-2) dan Suhailatun Ilmi Nafia (kelas XI-13) sukses menyisihkan peserta lain dan terpilih untuk mengikuti Loka Karya Penulisan Cerpen bertema “Menghidupkan Cerita Rakyat untuk Pembaca Modern”. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Ngobrol Buku 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Andaliman Hall, Kafe Roha, Jalan Abdullah Lubis No. 79/101, Medan.
Kedua siswi yang aktif dalam Ekstrakurikuler Jurnalistik Syam MAN 1 Medan ini berhasil menjadi bagian dari 45 peserta terpilih dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Capaian ini diraih setelah melalui tahapan seleksi naskah yang ketat. Proses pengumpulan karya cerpen telah dibuka sejak 18 Agustus 2026, dilanjutkan dengan proses penjurian pada 19–22 Agustus 2026, hingga pengumuman kelolosan pada 24 Agustus 2026.
Selama proses pengerjaan karya, Nafisha dan Suhailatun mendapat bimbingan langsung dari Muhammad Yamin, S.Pd., guru Bahasa Indonesia sekaligus pelatih Ekstrakurikuler Jurnalistik Syam MAN 1 Medan. Pembinaan difokuskan pada penggalian ide, penyusunan struktur alur cerita, hingga penyempurnaan akhir naskah.

Pada hari pertama, Seremoni pembukaan agenda pada 28 Agustus 2026 turut dihadiri oleh perwakilan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Yolferi, S.S., M.Hum., Ketua Ngobrol Buku Indonesia, Eka Dalanta, serta Ketua Panitia Festival Ngobrol Buku 2026, Alda Muhsi.

Pada hari pertama pelatihan, para peserta menerima pembekalan materi dari Koko Hendri Lubis, penulis dan peneliti asal Medan. Ia memaparkan topik “Aspek-aspek Penokohan dalam Folklor Sumatra Utara”, yang menyoroti pentingnya melihat cerita rakyat sebagai karya seni bernilai tinggi. Koko membedah teknik pengisahan, penyusunan alur, hingga pembentukan watak tokoh agar tidak terjebak dalam karakterisasi yang tipikal. Berbagai legenda lokal seperti Asal Mula Kapur Barus, Cincin Pinta-pinta, hingga Batu Gantung turut diulas sebagai contoh konkret dalam menggali nilai budaya dan membangun sinopsis cerita yang memikat.

Penyampaian materi dari Koko Hendri Lubis

Memasuki hari kedua, sesi pelatihan diisi oleh Yusi Avianto Pareanom, sastrawan nasional sekaligus Pemimpin Redaksi Banana Publisher yang pernah meraih Kusala Sastra Khatulistiwa lewat novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi. Yusi membedah teknik fiksi secara mendalam melalui beberapa pokok bahasan penting, mulai dari daya pikat cerita pendek di era modern, teknik penulisan deskriptif, hingga strategi membangun konflik yang kuat. Selain itu, peserta juga dibekali materi teknis mengenai penceritaan ulang (retelling), penokohan, dan pemanfaatan sudut pandang (POV) agar penceritaan naskah menjadi lebih hidup dan memikat pembaca.

Penyampaian dari Pak Yusi Avianto Pareanom

Hari ketiga, Yusi Avianto melanjutkan materi dengan memperdalam konsep struktur narasi Hero’s Journey (menggunakan analogi kisah Romeo & Juliet) serta eksplorasi penggunaan majas dan kalimat bertingkat untuk memperkaya bobot bahasa. Peserta diuji lewat latihan intensif memperluas kalimat induk menjadi kalimat bertingkat yang kaya akan detail cerita. Sebagai pelengkap, peserta mendapat materi tambahan mengenai teknik penyuntingan (editing) naskah agar siap dipublikasikan.

Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi Nafisha Ashila dan Suhailatun Ilmi Nafia. Keduanya mengungkapkan rasa bangga dan syukur dapat berinteraksi serta menimba ilmu langsung dari para sastrawan senior, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara atas ruang belajar yang diberikan.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, S.Pd., M.P.Mat. Ia mengapresiasi keikutsertaan anak didiknya dan menitipkan pesan agar semangat berkarya tersebut terus dijaga.