Penerjunan Tim Safari Ramadhan: Gaungkan Dakwah Eratkan Ukhuwah
Medan, Jurnalistik Syams – Dalam semangat menyemarakkan bulan suci Ramadhan, MAN 1 Medan kembali melaksanakan agenda tahunan, yakni kegiatan Penerjunan Tim Safari Ramadhan (PTSR) dengan mengunjungi sepuluh desa di Kecamatan Sei Bingai dan Sei Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, dimulai pada 16 Maret 2025 s/d 22 Maret 2205. Minggu, (16/03/25).
Dalam pelaksanaannya, para peserta PTSR terbagi ke dalam dua kawasan besar, yakni Namu Terasi dan Namu Ukur. Wilayah Namu Terasi mencakup desa Kuta Elok, Gang Asam, Kampung Tengah, Pekan Sawah, dan Tanjung Gunung. Sedangkan wilayah Namu Ukur yakni Kuta Buluh, Garunggang, Tanjung Bunga, Pamah Semelir, dan Perteguhen.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan di Lapangan Basket MAN 1 Medan pada pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Setelah itu, sebanyak 69 peserta dilepas menuju desa masing-masing pada pukul 11.00 WIB, membawa misi dakwah dan paham bersosial guna mempererat ukhuwah islamiyah serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, S.Pd., M.PMat., didampingi oleh WKM Kesiswaan Muhammad Razali, S.Pd., beserta jajarannya. Turut serta pula Pembina KKD MAN 1 Medan, Mualim Husni Ishak, S.Th.I., M.TH., _Master of Trainer_ KKD OSIM MAN 1 Medan, yakni Abdul Halim, serta seluruh penanggung jawab yang menjadi garda terdepan dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan suasana ramadhan, dan meningkatkan pemahaman keagamaan di desa-desa yang dikunjungi, lewat pembelajaran membaca Al-Qur’an, pembinaan ibadah, serta sosialisasi kepada masyarakat, peserta PTSR membangun kebersamaan dan menguatkan rasa ketuhanan di desa-desa yang dikunjungi.
Selain berdakwah, peserta PTSR turut menggelar berbagai perlombaan. Lomba Islami seperti azan dan hafalan surah pendek memperkuat pemahaman keagamaan, sementara lomba mewarnai, kolase, matematika, cerdas cermat, dan estafet sarung mengasah kreativitas serta kebersamaan. Kehadiran mereka mewarnai ramadhan menjadi lebih hidup dan penuh keceriaan.
PTSR ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Selain memberikan pembinaan keagamaan, kegiatan ini juga membawa dampak sosial yang signifikan. Warga desa mengaku bahwa kegiatan ini membawa banyak perubahan bagi anak-anak setempat yang sebelumnya masih asing dengan kegiatan agama.
“Sejak ada PTSR ini, mushalla yang biasanya hening, jadi lebih ramai. Anak-anak yang dulu jarang, bahkan hampir tak pernah ke mushalla, sekarang mulai ikut karena diajak oleh kakak-kakaknya. Biasanya, kalau sore begini, mereka lebih banyak bermain, atau kalau sudah bosan, hanya tiduran di rumah karena tak ada hiburan lain. Tapi sekarang, mereka punya kegiatan baru yang lebih bermanfaat,” ujar Ibu Dwi, selaku tuan rumah di desa Perteguhen.
Reza Faisal, S.Pd., M.PMat., juga menegaskan bahwa kegiatan ini membawa semangat Ramadhan ke tengah masyarakat, terutama di daerah minoritas muslim.
“Ramadhan harus tetap terasa, meskipun jumlah mereka sedikit. Lewat kebersamaan, ibadah, dan dakwah, suasana bulan suci dapat lebih hidup dan memberi makna bagi setiap jiwa.”
Dengan penuh keikhlasan, langkah-langkah dakwah ini diharapkan menjadi penerang bagi umat, menjembatani generasi muda dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta menguatkan simpul persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih dari sekadar program tahunan, PTSR diharapkan dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak daerah, dan menanamkan nilai-nilai Islam yang tak lekang oleh waktu.
Reporter & Dokumentasi: Hikmah Azura Munthe, Irfandi Sihotang, Zahra Izzati.
Penyunting: Zahra Izzati & Hikmah Azura Munthe.