Festival Layangan Astaka 2026 Berlangsung Semarak, Langit Medan Dipenuhi Karya Kreatif
Medan, Jurnalistik Syams– Suasana Lapangan Astaka berubah menjadi lautan manusia saat Festival Layangan 2026 digelar meriah dan sukses menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kegiatan ini dipadati peserta, masyarakat, hingga pecinta layangan yang datang untuk menyaksikan keindahan berbagai layangan raksasa menghiasi langit Kota Medan.
Sebanyak 2.500 peserta turut ambil bagian dalam festival tersebut dengan membawa beragam layangan unik, kreatif, dan penuh warna. Tidak hanya berasal dari Sumatera Utara, peserta juga datang dari Aceh, berbagai wilayah di Sumatera, hingga DKI Jakarta untuk memeriahkan acara tahunan tersebut.
Festival resmi dibuka oleh Bobby Nasution yang hadir bersama sejumlah tamu undangan. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah semakin menambah semarak suasana dan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival budaya ini.
Sejak siang hari, langit Lapangan Astaka dipenuhi layangan dengan berbagai bentuk menarik, mulai dari burung, biawak, naga, hingga garuda raksasa. Warna-warna cerah yang menghiasi langit menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang terus memadati area festival untuk mengabadikan momen tersebut.
Sorak penonton terdengar setiap kali layangan berhasil diterbangkan tinggi dengan gerakan yang indah dan stabil. Para peserta pun menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengendalikan layangan, sehingga menciptakan suasana kompetisi yang seru sekaligus menghibur.
Tidak hanya menjadi ajang perlombaan, Festival Layangan Astaka juga menjadi wadah pelestarian budaya dan kreativitas masyarakat. Acara ini menghadirkan hiburan yang menyatukan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Festival berlangsung aman, tertib, dan penuh kemeriahan hingga sore hari. Antusiasme masyarakat yang terus memadati lokasi menunjukkan bahwa festival ini menjadi salah satu hiburan rakyat yang paling dinantikan dan berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat.
Dokumentasi: Ladya Zhafirah Fad, Sasikirana Zahrani Rambe
Penyelia: Inayah Dwi Arista, Sasikirana Zahrani Rambe
