Kesiswaan

Semangat MAN 1 Medan: Tampil Memukau dan Menginspirasi di MTQ ke-59 Kota Medan

Medan, Jurnalistik Syams — MAN 1 Medan terpilih sebagai perwakilan dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Medan ke-59 yang digelar pada Sabtu (11/04/2026) di Jalan Gatot Subroto Km 5, Kelurahan Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Sunggal.

MTQ tahun ini mengusung tema “Membangun Ketaatan Yang Hakiki Kepada Allah dan Rasul-Nya Menuju Medan Bertuah”. Kegiatan tahunan Pemerintah Kota Medan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di tingkat pribadi maupun sosial.

Pelaksanaan MTQ ke-59 ini diikuti oleh 692 peserta dari berbagai usia yang terbagi dalam 8 cabang lomba dan 16 kategori. Selain perlombaan, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai stand yang mewakili kecamatan se-Kota Medan, serta stand kuliner yang menawarkan beragam hidangan, menambah semarak dan keramaian suasana. Tidak hanya berkompetisi, peserta dan pengunjung juga diajak menikmati kebersamaan dalam nuansa islami yang kental.

Acara pembukaan berlangsung dengan meriah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkemuka, seperti Wali Kota Medan beserta jajaran, Ketua DPRD Kota Medan, Ketua MUI Kota Medan, Ketua Umum LPTQ Kota Medan, serta Ketua Dharma Wanita Kota Medan. Dari pihak MAN 1 Medan, turut hadir Kepala Madrasah Reza Faisal, S.Pd., M.PMat., bersama jajaran wakil kepala Madrasah, guru, dan staf yang mendampingi peserta dalam memeriahkan acara.

MAN 1 Medan tidak hanya berpartisipasi dalam perlombaan, tetapi juga berperan aktif dalam memeriahkan kegiatan ini melalui penampilan-penampilan yang penuh energi. Di antaranya, Paskibra, marching band, Safarina Band, tim paduan suara, serta tim Jurnalistik Syams yang turut mempersembahkan liputan acara dengan sentuhan khas mereka. Keterlibatan ini semakin memperlihatkan semangat dan dedikasi Madrasah dalam mendukung acara yang bersifat edukatif dan spiritual ini.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sri Wahyuningsih, S.Pd., yang merupakan juara terbaik 1 pada MTQ ke-58. Kemudian dilanjutkan dengan sari tilawah oleh Setiawaty, S.Ag., serta doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., yang turut memimpin doa keselamatan dan kelancaran acara.

Selanjutnya, acara penaikan bendera MTQ ke-59 yang diiringi dengan Mars MTQ oleh siswa-siswi MAN 1 Medan, serta penampilan nasyid acapella yang menggetarkan hati, menambah semarak suasana pembukaan. Setelahnya, laporan panitia penyelenggara disampaikan oleh Muhammad Sofyan, S.Sos., M.AP., yang memberikan gambaran lengkap tentang persiapan dan pelaksanaan MTQ kali ini.

Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., dalam sambutannya menekankan bahwa MTQ bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa acara ini memberikan ruang bagi umat untuk semakin mencintai Al-Qur’an, tidak hanya sebagai kitab suci, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang harus dihayati dan diterapkan dalam keseharian.

“MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi juga perayaan jiwa, sebuah pertemuan agung antara manusia dengan kalam Ilahi. Ini adalah momen di mana Kota Medan menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kata sambutan Wali Kota Medan, yang juga sangat mengapresiasi kegiatan ini, semakin menegaskan bahwa MTQ ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah momentum penting untuk memperkuat komitmen umat Islam dalam menegakkan ajaran Al-Qur’an. “MTQ ini bukan hanya sekedar perlombaan, tetapi merupakan momentum bagi kita untuk menyiarkan agama Islam, serta menegaskan komitmen kita dalam menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, seraya mengajak seluruh masyarakat Medan untuk lebih menghayati ajaran-ajaran dalam Al-Qur’an.

Kegiatan pembukaan MTQ ke-59 ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta membentuk generasi yang lebih berakhlak mulia, lebih taat kepada agama, dan lebih berlandaskan nilai-nilai keislaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dokumentasi: Andini Umayroh, Hafizah Khayyirah Lubna Nasution, Nur Natasya.

Penyeliak: Inayah Dwi Arista, Andini Umayroh

1
Scan the code